Artikel Beyond the Neutrality of Technology oleh Harry Seldadyo mengajak pembaca mempertanyakan kembali anggapan bahwa teknologi adalah alat yang netral dan bebas nilai. Melalui ulasan terhadap karya Johannes Thumfart dan Alex Capri, artikel ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini tidak dapat dipisahkan dari kepentingan politik, ekonomi, dan kekuasaan global.

“If technology is to serve the public good, its development must be reclaimed as a matter of collective ethical choice—not left to the imperatives of markets or the monopolies of power.”  — Harry Seldadyo

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), platform digital, dan persaingan teknologi antarnegara, teknologi semakin berfungsi sebagai arena perebutan pengaruh dan kepentingan strategis. Negara, perusahaan teknologi, dan berbagai aktor global berlomba membentuk aturan, mengendalikan data, serta menentukan arah perkembangan ruang digital. Dalam konteks ini, klaim bahwa teknologi bersifat netral justru berpotensi menyembunyikan relasi kuasa yang bekerja di baliknya.

Artikel ini menegaskan pentingnya tata kelola teknologi yang lebih transparan, akuntabel, dan demokratis. Masa depan digital tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknis, tetapi juga oleh pilihan politik dan nilai-nilai yang ingin dibangun bersama dalam masyarakat.

Selengkapnya:
Harry Seldadyo. 2026. Beyond the Neutrality of Technology. Bandung: Journal of the Global South.

#Technology #AI #DigitalGovernance #PublicPolicy #DigitalSovereignty #TechnoNationalism #IPPFellows #AtmaJayaIPP